Difteri  merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan anak. Difteri pada anak merupakan jenis penyakit yang tak hanya bisa menyerang anak-anak namun juga banyak ditemukan pada orang dewasa. Sebenarnya apa itu difteri dan mengapa penyakit ini begitu berbahaya bahkan bisa mengancam nyawa?

Difteri Pada Anak

Difteri merupakan jenis penyakit yang dipicu oleh adanya bakteri Corynobacterium Diphteriae. Penyakit ini sangat menular dan bisa menyebar luas melalui batuk maupun bersin. Bakteri yang menyebabkan difteri akan bersarang di bagian tenggorokan serta hidung kemudian membentuk sebuah selaput tebal berwarna putih.

Selaput berwarna putih yang terdiri dari banyak bakteri ini seiring dengan berjalannya waktu akan menutup saluran pernapasan. Lalu apa yang terjadi? Tentu saja penderita akan kesulitan untuk bernapas. Selain itu, bakteri yang berperan dalam penyakit difteri ini juga bisa mengeluarkan racun. Racun tersebut bisa membuat otot jantung dan sel saraf dalam tubuh jadi lumpuh.

Gejala Difteri

Difteri merupakan jenis penyakit infeksi dan sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi DTP. Namun, jika anak sudah terlanjur terkena infeksi maka orang tua harus sigap memberikan pertolongan pertama bagi anak. Agar bisa memberikan pertolongan secepatnya, maka orang tua harus bisa mengenali dan mengidentifikasi gejala penyakit difteri tersebut.

Penyakit difteri pada anak ditandai dengan munculnya selaput berwarna putih yang tebal atau bisa juga berwarna keabu-abuan di bagian tenggorokan dan mulut. Anak yang terinfeksi bakteri penyebab difteri biasanya akan menunjukkan gejala berupa radang tenggorokan dan suara berubah serak. Selain itu, penyakit ini juga ditandai dengan kelenjar leher yang membengkak.

Anak yang terserang difteri kemudian akan mengalami kesulitan dalam bernapas. Selain sulit bernapas mereka juga akan sulit menelan. Biasanya suhu tubuh juga meningkat dan diikuti tubuh menggigil. Biasanya juga muncul tanda berupa wajah pucat dan mudah berkeringat. Ada beberapa anak yang menunjukkan gejala berupa gangguan penglihatan dan bicara melantur.

Pertolongan

Apa yang bisa kita lakukan jika anak menunjukkan gejala atau tanda-tanda penyakit difteri? Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersikap tenang dan berpikir jernih. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Biasanya anak penderita difteri akan segera dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan rawat inap.

Namun, ada juga beberapa anak yang sayang sekali kurang beruntung. Pada beberapa kasus, anak penderita difteri sudah mengalami kerusakan fungsi jantung dan kerusakan saraf. Kalau sudah begitu kondisinya, maka anak harus segera diisolasi selama kurang lebih dua minggu untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pada dasarnya semua jenis penyakit bisa dicegah. Penyakit difteri yang menyerang anak-anak dan orang dewasa ini juga bisa dicegah. Difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi DTP. Coba periksa kembali catatan imunisasi anak Anda apakah sudah imunisasi DTP atau belum. Jika belum, maka segera bawa anak untuk diimunisasi DTP.

Selain mengusahakan imunisasi bagi anak, orang tua juga wajib menjaga lingkungan di sekitar anak tetap bersih. Anak-anak akan mudah terkena infeksi bakteri apalagi jika kondisi lingkungan tidak bersih. Jadi, pastikan Anda menjaga kesehatan lingkungan sebaik mungkin demi kesehatan semua anggota keluarga.

Itulah tadi sedikit informasi seputar penyakit difteri pada anak. Sebagai orang tua, Anda harus sigap mengenali tanda-tanda atau gejala yang mungkin ada pada anak ketika terserang penyakit difteri. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa secepatnya mendapatkan pertolongan agar difteri tidak menyebar semakin luas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website